Kontributor

Jumat, 26 Oktober 2018

Buku Cerita _ Nelayan Eretan

Buku Cerita _ Nelayan Eretan

1. PELELANGAN IKAN

          “Teng, teng, teng, teng.” Pak Somad, juru lelang tempat pelelangan ikan Misaya Mina di Eretan Indramayu, memukul kuat kuat bagian rel kereta api yang menggantung didepannya. “Teng, teng, teng, teng.” Sekali lagi ia memukul. Sesudah itu ia sambil melintir kumisnya yang tebal, pandangannya dilayangkan keruang pelelangan ikan didepan. Ruangan itu luas dan atapnya terbuat dari genteng.

            Karena sering terkena air laut yang berasal dari ikan yang dibawa kesana sehingga sebagian lantainya menjadi basah. Ditempat itu kini akan dilelang ikan hasil tangkapan tadi malam. Pada umunya ikan dalam jumlah kecil ditempatkan dalam keranjang, peti sabun atau tempayan. Kemudian diatasnya diberi secaris kertas. Disitu ditulis berapa beratnya dan siapa pemiliknya. Ikan besar seperti hiu, tongkol, ekor kuning dan belanak diletkkan begitu saja diatas lantai. Disini pun disetrakan kertas sepert iyang diterangkan diatas. Sementara itu puluhan orang berdiri ditepi ruangan. Meraka adalah para pembeli yang akan ikut melelang ikan pada Minggu pagi itu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar