Kontributor

Minggu, 14 Oktober 2018

Tugas Kuliah Bahasa Inggris Tentang Kode, Alih Kode, Mixing Kode

Those are:
1. What is meant by a 'code'?
2. What is meant by a 'code switching' (CS)?
3. What is meant by a 'code mixing' (CM)?
4. What is meant by an 'interference'?
5. What is meant by a 'diglossia'?
6. What differs a 'bilingual' from a 'multilingual'?
Please join all issues by giving your answers or arguments on each discussion topic. You will get an extra score if you complete your answer with relevant example to strengthen your argument.

The translate
Ada 6 masalah yang dibahas minggu ini. Yaitu:
1. Apa yang dimaksud dengan 'kode'?
2. Apa yang dimaksud dengan 'alih kode' (CS)?
3. Apa yang dimaksud dengan 'code mixing' (CM)?
4. Apa yang dimaksud dengan 'gangguan'?
5. Apa yang dimaksud dengan 'diglossia'?
6. Apa yang membedakan 'bilingual' dari 'multilingual'?
Bergabunglah dengan semua masalah dengan memberikan jawaban atau argumen Anda pada setiap topik diskusi. Anda akan mendapatkan nilai tambahan jika Anda menyelesaikan jawaban Anda dengan contoh yang relevan untuk memperkuat argumen Anda.

Jawaban
1.     Kode adalah :
Kode menggunakan istilah "kode" untuk merujuk ke bahasa atau berbagai bahasa yang digunakan oleh seseorang atau sekelompok orang dalam komunikasi (Wardhaugh, 1998). Tidak seperti istilah dialek, gaya, pidgin, Kreol dan beberapa istilah lain, yang cenderung membangkitkan emosi, istilah "kode" cukup netral karena dapat digunakan untuk merujuk ke sistem apa pun yang digunakan oleh dua orang atau lebih untuk komunikasi .( Modul; 2.2 )
1. The code is:
The code uses the term "code" to refer to the language or various languages used by a person or group of people in communication (Wardhaugh, 1998). Unlike dialect terms, styles, pidgin, creoles and some other terms, which tend to arouse emotions, the term "code" is quite neutral because it can be used to refer to any system used by two or more people for communication. (Module; 2.2)
2.     Alih Kode atau “code switching adalah peristiwa peralihan dari satu kode kekode yang lain dalam suatu peristiwa  tutur. Misalnya penutur menggunakan bahasa Indonesia bealih menggunakan bahasa Inggris. Alih kode merupakan merupakan salah satu aspek ketergantungan bahasa (language dependency)dalam masyarakat multi lingual dalam alih kode masing-masing bahasa cenderung masih mendukung fungsi dan masing-masing fungsi sesuai dengan konteksnya.
Code switching is a transition event from one code to another code in a speech event. For example speakers using Indonesian language use English. Code switching is one aspect of language dependency in multi lingual communities in code switching, each language tends to still support functions and each function in accordance with the context
3.     Campur kode ( mixing code) adalah suatu keadaan berbahasa  dimana orang mencampur dua atau lebih bahasa atau ragam bahasa dalam suatu tindak tutur. Dalam campur kode penutur menyelipkan unsur-unsur bahsa lain ketika sedang memakai bahasa tertentu.
Mix code (mixing code) is a language situation where people mix two or more languages or various languages in a speech act. In mixed code speakers insert other language elements when using a particular language.
4.     Interferensi , Interferensi merupakan gangguan elemen formal dalam satu kode didalam konteks yang lain, dalam penertian lain unsur fonologis, morfologi leksikal dalam bahasa-bahasa tertentu yang dapat dijelaskan oleh pengaruh kontak dengan bahasa lain.
 Interference, Interference is a disruption of formal elements in one code in another context, in other terms phonological elements, lexical morphology in certain languages that can be explained by the influence of contact with other languages.
5.     Diglosia adalah suatu situasi bahasa di mana terdapat pembagian fungsional atas variasi-variasi bahasa atau bahasa-bahasa yang ada di masyarakat.
Diglosia is a situation of language where there is a functional division of variations in languages or languages in the community.
6.     Yang membedakan 'bilingual' dari 'multilingual' adalah :
·        Bilingual / Bilingualisme
Bilingual diartikan sebagai penggunaan dua bahasa oleh seorang penutur dalam pergaulannya dengan orang lain secara bergantian..
·        Multilingual/ Multilingualisme
Multilingual adalah masyarakat yang mempunyai beberapa bahasa. Masyarakat yang demikian terjadi karena beberapa etnik ikut membentuk masyrakat sehingga dari segi etnik bisa dikatakan sebagai masyarakat majemuk (plural society)
          What distinguishes 'bilingual' from 'multilingual' is:
• Bilingual / Bilingualism
Bilingual is interpreted as the use of two languages by a speaker in their interactions with others in turn.
• Multilingual / Multilingualism
Multilingual is a community that has several languages. Such a society occurs because some ethnic groups form society so that in terms of ethnicity it can be said as a plural society.


Hakikat Dan Martabat Manusia Serta Tanggung Jawab Manusia Menurut Agama Islam


1. Hakikat manusia  menurut ajaran Islam adalah :
- Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dan sebaik - baik ciptaan, yang diciptakan dari tanah dan disempurnakan dengan ditiupkannya ruh. 
- Unsur - unsur yang ada pada manusia yaitu berupa fisik atau jasmani yang bisa dilihat untuk menunjukkan keberadaannya yang didalamnya terdapat jantung sebagai pusat hidup dan otak sebagai lembaga pikir, rasa, dan sikap sebagai pusat kehidipan. Yang kesemuanya itu bisa berfungsi jika ada ruh di dalamnya.
-Tidaklah diciptakan manusia melainkan supaya menyembah atau beribadah kepada Allah, baik sebagai makhluk individual, makhluk sosial (menjalin hubungan dengan orang lain) ataupun makhluk ekonomi (memenuhi kebutuhan hidup)
2. Martabat manusia menurut agama Islam adalah :
- Marabat dan derajat manusia dibanding makhluk lainnya ialah yang paling tinggi karena dibekali akal untuk berpikir, hati untuk merasakan, serta nafsu atau keinginan sebagai pendorong. Bahkan manusia diberi kemampuan untuk berbicara sesuai bahasa masing - masing.
- Tinggi dan rendahnya martabat dan derajat manusia tergantung masing - masing mereka dalam menggunakan akal , hati atau perasaan serta nafsunya untuk hal - hal baik atau buruk.
- Dengan kelebihan - kelebihan sebagai makhluk paling sempurna tersebut maka manusia dijadikan khalifah di muka bumi (mengelola dan memelihara alam)
3. Tanggung jawab manusia menurut ajaran Islam adalah : 
- Bertanggung jawab sebagai khalifah dan hamba Allah. Sebagai khalifah, manusia mempunyai kewajiban untuk mengelola dan memanfaatkan alam demi mencapai kemakmuran dan kebahagiaan di dunia dan sebagai hamba Allah manusia wajib untuk beribadah demi mencapai kebahagiaan di akhirat kelak.
- Bertanggung jawab kepada diri sendiri, keluarga, lingkungan masyarakat, negara dan agama dengan menggunakan akal, hati dan nafsunya.
- Bertanggung jawab atas keseimbangan keduanya, baik sebagai khalifah ataupun sebagai hamba Allah dengan melaksanakan kewajiban - kewajibannya untuk memperoleh hak - haknya.
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS.Adz Dzariat : 56-58)

Answers from Exercise Module 1 LATIHAN Module 1

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikutl
After you learn and understand the material in Section 1.3, please answer the following questions. Again, you can answer the questions in bahasa Indonesia or English.
 1) Explain about intertextuality.
 2) Describe what is meant by  explicit intertextuality  and give an example.
 3) Explain what you understand about interdiscursivity.
4) Give an example of a text that realise the concept of interdiscursivity.
 5) What do you understand about the rolw of reading on the concept of intertextuality?
 6) What should we do when we read any material or references about the topic that we are going to write.
 7) Identify intertextuality in the following extracts.
(l) A text is a piece of language in use; that is  langauge that is functional  (Halliday and Hasan, 1985, dikutip dari Butt dkk, 20003).
 (2) Tenor refers to  the social role relationships played by interactants   (Eggins, 1994:63).
8) Please mention a possibility of finding interdiscursivity in a text that you probably face in your daily life.



*Answers to questions are on page 2 and 3



Answer :
1.    Intertextuality is an approach to understanding a text as an insertion of other texts
2.          Explicit is a very specific, clear, or detailed adjective. While intertextuality is an idea noun in the text given in response to what has been written, whether explicit or implicit. So explicit intertextuality is a specific, clear, and detailed idea of responses to what has been written both explicitly and implicitly.   
3.    Interdiscursivity is the aspect of a discourse that relates it to other discourses.
4.    The meaning of interdiscourse varies. It denotes at least three levels:
1)    In Courtine interdiscursivity means that a discourse has a relation to another discourse. That is, a meaning which is close to the meaning of intertextuality.
2)    In Norman Fairclough and Linell interdiscursive denotes relations between types of discourse such as genres.
3)    In Michel Foucault and Marc Angenot, interdiscursive [1] denotes relations between discursive formations, that is, between large heterogeneous discursive entities, such as natural history and political economy during enlightenment. In Michel Foucault, interdiscourse is differences and equalities across discursive formations.
5.     Intertextuality is the shaping of a text's meaning by another text. It is the interconnection between similar or related works of literature that reflect and influence an audience's interpretation of the text. Intertextual figures include: allusion, quotation, calque, plagiarism, translation, pastiche and parody
6.    After we read the material or references about the topics we will write, we must understand what intertextuality and interdiscursivity are and we understand why Interdiscursivity has a close relationship with the recontextualization.
7.    A.  Analysis of the context of discourse based on Halliday and Hasan's opinions, namely:
1. Discourse media
The media discourse on the story is the State of the Street Market.
2. Discourse Involvement
Discourse involvement is Andi and Agus.
• Andi as the recipient of information.
• Agus as the information provider.
This can be proven in the following sentence:

"It seems this place is still new, Andi?" Agus said
"Right, To! This place has only been used for four months. "
…………………………………………………………….
Their relationship is as a cousin.

B.  Tenor in written language is more difficult to identify and describe (Disadvantaged School Program (DSP, 1996), but as important as tenor in spoken language. In textbooks, for example, further said in DSP, the author writes in the role of "authoritative". This status is given to them through the results of their published work. This does not mean that their writing is free from challenges, but that publication gives the author "authoritative" status as a writer. In the context of campus, this means that the status relationship between book writers and student readers is a relationship with a different status (DSP, 1996: 17).
8.    There are several interdiscursivities in a text that we may face in our daily lives.
That is :
Emphasis on the nature of the text-external genre, drawing evidence from a number of professional contexts, this article explores the nature, function, and use of interdisciplinary in genre theory, defining interdiscursivity as a function of depriving generic resources throughout discursive, professional and cultural practices