<p align="justify"> Assalamualaikum wa rahmatullah wa
barokatuh.
Saudaraku.
Pada masa Orde Baru, Suatu hari seorang
pedagang berkebangsaan Cina, datang ke
kantor Bapincapil, mengurus status
kewarganegaraannya.
Setibanya di kantor catatan Sipil, dia
dipersilahkan memasuki ruangan
wawancara.
Pewawancara : ," Mari kok silahkan, ada
yang bisa dibantu?"
Pedagang :" Haa yaa owe pingin ngulus
slatus walga negala owe."
Pewawancara: ," kalo begitu kok diharuskan
mengikuti tes wawancara, kok bersedia?"
Pedagang; " Owe owe.
Pewawancara menujukkan gambar pohon
beringin dan bertanya :" Tahukah kok, ini
apa?"
Pedagang,:" haa yaa, itu pohom bilingi, yang
owe tanam di muka lumah owe,"
Pewawancara menunjukkan lambang
Korpri, dan bertanya : " Kalo yang ini apa
kok ?"
Pedagang:" haa yaa kalo yang pake logo itu
hali-hali datang di lumah owe minta loyi
sumbangan"
Pewawancara :" Ok, ok sekarang coba kok
nyanyikan lagu Indonesia Raya"
Pedagang:" Owe, owe.
Indonesaa lanah ailmu, tanah tumpa
dalamu. Di sanalah kowe beldili",,,,,,,
Pewawancara : " stop, stop.
Kenapa bait lagunya seperti itu kok ?"
Pedagang; " haa yaa kan sulat kewalaga
nagalaa owe belum ditandatangani, nanti
kalo sudah ditandatangani, balulah owe
belhak banyanyi Indonesia lanah ailku, ,,,
Posted by : Haris Ismail
Sumber Cerita : Ust. Yahya Aliyonga</p>