“Ta!” teriak Pak Somad tiba-tiba.
Seorang laki –laki yang bertubuh ceking, berumur sekitar 12 tahun dan
berwajah kehitam -hitaman maju kedepan. “ya, Pak ,” ujarnya begitu ia
berdiri didepan juru lelang.
“Dimana tongkat peninjuk saya?”
Karsita melihat keliling sejenak. Sesaat kemudian ia membalik guna
menorobos lingkaran orang.
Ketika kembali ditangannya ia membawa
sebatang tongkat penjalin panjang. “ ini, Pak,’’ sambil menyorongkan
benda tersebut kearah Pak Somad.
Sekulum senyum menghias bibir orang itu. Sebentar kemudian ia memukul
batang relnya kembali’ “teng, teng, teng, teng,”
“Kita mulai.”teriaknya sesudah melihat jam tangannya.
Beberapa orang yang tadinya berjongkok berdiri.
Pak Somad menunjukkan sejumlah udang didepan. Udang ini milik Ramli.
Beratnya 10,5 kg. Harganya Rp.10.000, - teriaknya nyaring.
Kemudian
sambil melihat keliling ia terus merocos. Sepuluh ribu, sepuluh ribu,
sepuluh ribu, sebelas ribu, sebelas ribu. Perlahan –lahan ia
meningkatkan harganya. Tak seorang pun menjawab. Tiba –tiba ketika ia
menyebut angka “enam belas ribu, seorang berteriak enam belas ribu
limaratus.”
Pak Somad menatap orang itu sebentar lalu meneruskan lelangnya. Enam
belas ribu limaratus, enam belas ribu lima ratus, enam belas ribu lima
ratus.”
“tujuh belas ribu,” teriak seorang perempuan berbaju biru.
Pak Somad mulai menyebutkan tawaran yang baru.
Baca selanjutnya....
Baca selanjutnya....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar