Kontributor

Selasa, 23 Agustus 2016

Tapak Tuan

        Syahdan, pada zaman dahulu kala ,disuatu pantai Nangroe aceh Darussalam ,hidup sepasang naga raksasa. Naga tersebut melewati Hari Harinya dengan tenang didalam senuah Gua pegunungan didekat pantai .
Pada siang hari mereka pergi kepantai untuk berenang ,menyelam dan bercengkrama sambil mencari makanan dilaut . Pada waktu sore menjelang malam hari merka kembali kedalam gua untuk beristrahat .begitulah mereka melewati hari demi hari secara rutin. Pada suatu hari ,ketenangan dan rutinitas naga seketika berubah .Penyebabnya adalah seorang perempuan yang mereka temukan ditepi pantai .
        Dengan sangat gembira mereka lalu membawa bayi tersebut kedalam gua . Mereka merawat dan membesarkan bayi tersebut dengan penuh kasih sayang . Dengan cepat bayi tersebut tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik . Begitu sayangnya kedua naga tersebut,sehingga upaya perlindungan yang yang mereka berikan terkesan berlebihan . Hal tersebut tampak dari upaya untuk memenuhi kebutuhan ,si gadis putri mereka , seluruh kehidupan si gadis tidak pernah jauh dari gua . Dan tidak mengetahui sama sekalai keadaan di dunia luar. Namun ,sebagai manusia ,rasa ingin tahu senantiasa muncul dibenak si gadis , sehingga pada suatu hari pergilah dia kepantai dia bertemu dengan orang lain yang bentuk tubuh dan wajahnya mirip dengannya . Pada saat itu dia menyadari bahwa ia adalah manusia. Dengan orang -orang yang dia temui , dia mendapatkan banyak sekali keterangan yang selama ini memang yang tidak pernah dia dapatkan .
Namun dia merasa bahwa ,masih banyak sekali hal-hal yang ingin dia ketahui ,oleh karena itu ,dia gembira ketika orang-orang tersebut mengajaknya jalan-jalan dnegan perahu. Dia menyadari kedua naga ,orang tuanya pasti akan pergi mencarinya ,namun dorongan rasa ke ingintahuanya begitu besar ,sehingga dia memutuskan untuk pergi melihat kehidupan dan dunia lai dengan menaiki perahu dengan orang orang yang mengajaknya. Trans Media
Pada sore hari, ketika pasangan Naga tesebut kembali kegua , mereka tidak menemuakan putri yang sangat mereka sayangi. Merka mencari sekitar gua tetapi juga tidak menemukan putrinya. Mereka menyadari bahwa putrinya telah menghilang ,kedua naga tersebut menjadi sangat was-was dan gusar peristiwa seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya .
Mereka lalu memutuskan untuk mencari putrinya sampai ketemu.tanpa kenal lelah pasangan naga yang bersedih itu mencari sang putri keberbagai tempat ,baik kebatas perkampungan ,kegunung kepantai ,dan juga kelaut. Ditengah laut mereka menemukan putri mereka didalam sebuah perahu beserta orang lain , pasangan naga tersebut merasa bahwa putri mereka telah diculik oleh orang- orang tersebut .
         Mereka menjadi sangat marah dan menghempaskan perahu tersebut. Mereka mengibas-ngubaskan ekornya sehingga laut bergunjang seperti angin ribut.
Bisa di baca juga Disini: www.Bukukita.com
Pada saat itu ,seorang pertapa suci (Tuan) yang berada dipantai ,tidak jauh dari tampat kejadian mendengar apa yang terjadi . Ia lalu datang untuk membantu manusia yang sedang diserang pasangan naga . Akibatnya terjadi pertempuran yang sangat sengit antara pasangan naga dengan pertapa tua itu. Pertempuran itu berlangsung berhari-hari dengan sangat dahsyat dan seru . Angin bertiup kencang kesana-kemari , badai, dan gelombang laut datang silih berganti dan langit menjadi sangat gelap .
Puluhan bahkan ratusan jurus bela diri dan ilmu bathin dikeluarkan sampai akhirnya sampai akhirnya pertempuran dimenangkan oleh Petapa . Kedua naga itupun disembelih . Saat ini kita masih dapat menyaksikan tempat pertempuran sengit antara naga dengan Petapa tua di kota Tapak Tuan Aceh. Tapak Tuan berarti jejak tuan.
Untuk lebih lengkap anda juga bisa mengunjungi Situs ini . Klik link ini ...!
www.ceritarakyatnusantara.com
Posan Moral:
*. Orang yang mengikuti emosinya akan hilang adabnya
*. Kemarahan hanya akan menyebabkan kebathilan
*. Jangan ingin memiliki sesuatu hal atau benda yang bukan hak milik kita
Kunjungi Admin Di facebook ini .Klik aja link ini...!

Sepasang suami kakek dan Nenek

Spsang suami yg bruntung langgeng sampe kakek nenek umur 89 an tahun &
hidup harmonis, rukun penuh cinta serta kasih syng.Suatu malam opa
oma ini bernostalgia mengenang masa2 berbulan madu dulu.

Oma : "
Dulu ketika kita baru kawin, ketika mau tidur, kamu selalu mengecup
keningku.