Kontributor

Jumat, 26 Oktober 2018

Buku Cerita _ Nelayan Eretan

Buku Cerita _ Nelayan Eretan

1. PELELANGAN IKAN

          “Teng, teng, teng, teng.” Pak Somad, juru lelang tempat pelelangan ikan Misaya Mina di Eretan Indramayu, memukul kuat kuat bagian rel kereta api yang menggantung didepannya. “Teng, teng, teng, teng.” Sekali lagi ia memukul. Sesudah itu ia sambil melintir kumisnya yang tebal, pandangannya dilayangkan keruang pelelangan ikan didepan. Ruangan itu luas dan atapnya terbuat dari genteng.

            Karena sering terkena air laut yang berasal dari ikan yang dibawa kesana sehingga sebagian lantainya menjadi basah. Ditempat itu kini akan dilelang ikan hasil tangkapan tadi malam. Pada umunya ikan dalam jumlah kecil ditempatkan dalam keranjang, peti sabun atau tempayan. Kemudian diatasnya diberi secaris kertas. Disitu ditulis berapa beratnya dan siapa pemiliknya. Ikan besar seperti hiu, tongkol, ekor kuning dan belanak diletkkan begitu saja diatas lantai. Disini pun disetrakan kertas sepert iyang diterangkan diatas. Sementara itu puluhan orang berdiri ditepi ruangan. Meraka adalah para pembeli yang akan ikut melelang ikan pada Minggu pagi itu. 

Enam Cara Mempengaruhi

Mengapa orang mengatakan "Ya"?

Karena mereka terpengaruh oleh lawan bicaranya. Dan dalam berbicara, Anda akan sangat berkepentingan untuk mempengaruhi orang lain. Anda ingin audience Anda mengatakan "ya".

David Palmer yang pakar pengembangan organisasi dan pemasaran mengatakan, "Beruntunglah kita, karena orang cenderung mengatakan 'ya' atau menyetujui sesuatu dalam banyak hal. Orang cenderung mengatakannya tanpa banyak berpikir, karena kata itu bisa membuat hidup mereka menjadi lebih sederhana dan lebih lunak pada diri mereka. Apa yang menjadi masalah, adalah setiap orang yang terlanjur memprogram dirinya untuk cenderung mengatakan 'tidak', tanpa memikirkannya terlebih dahulu."

Enam tips berikut ini sangat efektif untuk mempengaruhi audience Anda. Enam hal inilah yang bisa menjadi pemicu emosi audience, sebagaimana disebutkan dalam buku Robert Cialdini "Influence, Science and Practice" (Allyn & Cacon, 2000).

1. RESIPROKAL

Kita semua, seperti gambaran di atas, telah diajar sejak kecil untuk membalas kebaikan orang dengan kebaikan pula. Setidaknya, kita diajar untuk mengucapkan terimakasih hampir dalam segala hal. Dengan bekal yang menjadi karakteristik rata-rata itu, maka hidup kita kini dipenuhi dengan berbagai interaksi resiprokal (saling balas) yang sangat positif.

Hidup adalah memberi dan menerima. Dan untuk menjadikan fenomena itu tetap sebagai fenomena yang positif, kita semua dianjurkan untuk menjadi pihak yang pertama dalam memberi. Dengan memberi, kita akan menerima.

Hal yang sama juga berlaku untuk fenomena berbicara. Sampaikanlah apa-apa yang bernilai positif untuk audience Anda, maka Anda akan mendapatkan apa yang Anda inginkan sebagai pembicara. Mengapa? Karena dagangan yang paling laris di dunia saat ini, adalah "informasi yang berguna".

Bagaimana jika Anda tidak mendapatkan balasannya?

Di sinilah kegunaan dari rasa ikhlas bagi Anda. Berilah, dan ikhlaslah. Setidaknya, apa yang Anda berikan bisa menjadi sedekah, dan pastilah Anda akan mendapatkan balasannya "nanti" dan "di sana".

Jadilah pemberi, maka audience akan menyediakan diri.

2. KOMITMEN DAN KONSISTENSI

Setiap kali orang membuat pilihan, menentukan posisi, atau membuat komitmen, mereka akan dikontrol secara internal dan sekaligus eksternal, oleh keharusan untuk bersikap konsisten dengan pilihan dan komitmennya tersebut.

Kata-kata Anda sebagai pembicara, sangat powerful untuk menciptakan aspek kontrol itu. Untuk membuat audience menentukan posisi, membuat pilihan, dan mengatakan "ya!".

Jika Anda sebagai pembicara bisa membuat audience berkomitmen dan mengatakan "ya" secara verbal, maka kemungkinannya sangat besar bahwa mereka memang benar-benar akan melakukannya.

Bangun komitmen dan konsistensi, Anda akan diikuti.

3. PEMBUKTIAN SOSIAL

Secara umum kita akan membenarkan sesuatu, jika kita mengetahui bahwa orang lain juga membenarkannya. Lebih spesifik lagi, fenomena ini erat sekali kaitannya dengan aspek perilaku manusia. Bahkan, jika ada banyak sekali orang yang mengatakan "ya", maka kita cenderung untuk beranggapan bahwa apa yang di-"ya"-kan itu adalah sesuatu yang benar adanya. Apalagi, jika mereka adalah para influencer seperti orang terkenal, tokoh panutan, orang yang berhasil dan sebagainya. Fenomena ini akan menciptakan efek yang jauh lebih besar, dalam situasi yang serba tak pasti.

Sebagai pembicara, Anda harus bisa mendapatkan legitimasi dan referensi sebanyak-banyaknya. Pengaruh Anda akan makin besar dan makin tumbuh. Jika Anda penjual, sampaikanlah referensi dari para pengguna produk Anda. Jika Anda pembicara seminar, ceritakanlah berbagai hal positif yang terjadi dalam seminar-seminar Anda. Jika Anda pemimpin, ceritakanlah berbagai keberhasilan dari orang-orang yang Anda pimpin.

Ciptakan referensi, maka Anda akan menjadi preferensi.

4. RASA SUKA

Orang cenderung mengatakan "ya" pada orang yang disukainya. Jika isi bicara Anda menuntut orang lain untuk mengatakan "ya", maka Anda harus bertanya, "Apakah mereka menyukai pribadi Saya?" Untuk bisa disukai, Anda harus bisa menyamakan banyak hal dengan mereka. Kesamaan adalah sumber kesukaan. Kesukaan akan membuat mereka mengatakan "ya".

Trik yang ini sedikit nakal. Orang pada dasarnya senang dipuji. Maka, banyak-banyaklah memuji orang. Mereka akan senang kepada Anda, mau mendengarkan Anda dan akhirnya akan mengatakan "ya!".

Untuk bisa disukai, Anda juga harus sering-sering melakukan kontak dengan mereka. Dalam bahasa bisnis ini namanya networking, dalam bahasa agamis disebut silaturahim.

Jadilah orang yang disukai, maka Anda akan menjadi orang yang ingin didengar dan bisa mempengaruhi.

5. OTORITAS

Otoritas bisa berarti realitas (sebagai pemimpin struktural) atau implikasi (menjadi orang yang disegani). Otoritas akan mempengaruhi.

Masukkan aspek otoritas ke dalam sesi bicara Anda. Kutipkan kata-kata orang besar dan terkenal, sampaikanlah apa yang disampaikan para pemimpin, dan ungkapkanlah apa yang dicapai pebisnis yang memimpin. Ini juga akan ikut membangun otoritas Anda.

Lebih dari itu, bangun otoritas Anda sendiri secara unik. Tampil dan bertindaklah sebagai otoritas. Maka Anda akan mempengaruhi.

6. KELANGKAAN

Jadilah orang yang langka, Anda akan dicari orang dan bisa mempengaruhi. Kelangkaan mencerminkan potensi untuk kehilangan. Potensi kehilangan sesuatu lebih bisa memotivasi dari pada potensi mendapatkan sesuatu. Jadilah diri Anda sendiri, karena hanya ada 1 Anda di dunia ini. Andalah yang paling langka. Dan logikanya, Andalah yang semestinya paling bisa mempengaruhi.

So, kurang apa lagi Anda sebagai pembicara?

Terjemahan bebas dari "6 Weapons of Influence" oleh:
Patricia Fripp, CSP, CPAE and David Palmer, Ph.D, CPA
Fripp Public Speaking School
Milis Bicara 
Sumber : Kursus Bicara

7 Cara Untuk Menjadi Pembicara hebat



1. JADILAH DIRI SENDIRI

Melihat pembicara lain yang hebat, melihat bagaimana mereka bekerja dan melakukannya, adalah sesuatu yang menarik dan menggoda. Untuk menjadi pembicara yang hebat dan tetap menjadi diri sendiri, Anda harus mengembangkan gaya Anda sendiri, untuk berbicara dengan suara Anda sendiri. Jadilah diri sendiri saat berbicara dan Anda akan sukses.

2. JADILAH ANAK BANDEL

Anda mungkin berpikir bahwa Anda sudah cukup bandel dengan hanya berdiri dan mulai bicara. Memang, tapi Anda bisa melihat sendiri bahwa banyak pembicara hanya berhenti di situ. Jadilah lebih bandel, percayalah pada kemampuan Anda sendiri. Berlatih setiap hari, bicaralah di setiap kesempatan. Tapi ingat, bicara baik atau diam.

3. JADILAH ORANG YANG BERBEDA

Pembicara yang sukses tidak sama dengan orang lain. Ada sesuatu yang membuat mereka berbeda. Membuat mereka menonjol. Merka adalah orang yang melakukan lebih dari sekedar berdiri di depan dan berbicara kepada Anda.

4. JADILAH ORANG YANG LUCU

Pembicara sukses tahu bagaimana menjadi lucu, artinya: mereka tahu kapan dan di mana harus menggunakan humor dalam presentasinya... dan mereka tidak takut melakukannya.

5. JADILAH ORANG YANG TERLIBAT

Mendengarkan orang lain berbicara, bagi sebgian besar orang adalah aktivitas yang pasif. Pembicara yang sukses melibatkan audience dan bercakap-cakap dengan mereka, sehingga yang terjadi adala percakapan dan bukan ceramah.

6. JADILAH ORANG YANG POSITIF

Apapun subyek pembicaraannya, pembicara yang sukses selalu bersikap positif terhadap audience. Mereka menolong audience belajar tentang melakukan sesuatu dan bukan TIDAK melakukan sesuatu. Mereka berfokus pada yang baik dan bukan yang buruk.

7. JADILAH PENANTANG

Terakhir, pembicara hebat selalu menantang audience untuk melakukan hal-hal hebat. Lagi-lagi, tak peduli apapun subyeknya. Pembicara sukses memberi Anda know-how dan menantang Anda untuk menciptakan hidup yang lebih baik dan memperkaya lehidupan itu sendiri.

7 Cara Untuk Menjadi Pembicara hebat
Terjemahan bebas dari materi oleh:Jim Allen
Pembicara, Penulis, Life Coach
Milis Bicara 
 
Sumber : Kursus Bicara

Rindu _ Puisi Cinta


Senandung rindu ku memanggil lirih dalam diam..
Desau semilir angin malam seolah menagih rindu dalam kenangan ..
Padamu kekasih yang kini telah melupakan ..
Sebaris kata setia yg dulu kau agungkan disudut hati mu ...
Tentang rasa yang tak akan pernah kita akhiri selamanya..
Untuk mu yang telah melupakan ..

Entah berapa menit dalam putaran waktu ku tersisa untuk slalu merindu kan mu
Sedang kini kau telah hidup dalam dunia baru..
Dunia yang yang telah meniadakan aku dari hatimu...
Dengan apa aku harus meminta mu kembali ...
Dengan apa aku harus berkata bahwa rindu ku masih disini ...
Bagaimana caranya membuatmu melihat apa yang kurasa
Sementara kita sama-sama telah buta akan tujuan yang berbeda...
Untuk mu yang kini meninggalkan ...

Harus meminta seperti apa lagi, agar hatiku yang masih kutitipkan padamu, bersedia pulang kembali?
Terlalu sakit luka kau beri ....
Terlalu suci setia ini kutambat di hati
Bila ujungnya adalah kamu yang tak dapat kumiliki,
Tuhan .. kuatkan aku!! 

Biarkan setidaknya aku mensyukuri kehadiranya pada segala ruang dalam hatiku
Meski kini hanya tinggal sisa-sisa mimpi yang tak mungkin untuk menjadi nyata...
Kasih ...
berjalanlah ke titik di mana kamu sudah menentukan langkah.
Di setiap aku merindu mu doa-doaku memilih untuk menetap di sana,
Cinta...

Seandainya suatu saat nanti kamu butuh tepukan pundak pemberi semangat
Pejamkanlah matamu ..
Bayangkan lah masa masa indah bersamaku
Bayang hadirku disamping mu .
Karna disaat itu aku sangat merindukan mu...

Sumber: Kutipan

SELEMBAR BULU MATA _30 Kisah Teladan 5


Tobat adalah yang dapat mengikis segala dosa. Tobat yang dimaksud adalah penyesalan untuk tidak mengulanginya kesalahan semula. Biasanya dikenal dengan taubatan nasuha. Artinya, kadang –kadang tidak hanya terucapkan dengan lisan, hanya bergema didalam jiwa. Karena Allah maha penyayang, tobat dengan cara itupun bisa diterima.
               Pernah seorang musyafir tersesat ditengah belantara. Ia mencari –cari jalan keluar tak dijumpainya. Maka dengan lemah lunglai ia beristrahat dibawah sebuah pohon rindang. Keledainya ditambatkan pada salah satu ranting yang menjulur ketanah. Ia tertidur. Ketika bangun, keledai itu sudah tidak berada ditempatnya. Sedangkan semua bekal perjalanannya, termasuk uang, selimut dan makanan serta minuman berada dipunggung keledai itu. Ia mencarinya kesana kemari sampai petang tidak ditemukanya. Ia terus mencari. Hingga jauh malam. Karena lelah dan mengantuk ditambah perutnya yang sudah kelaparan, ia terjatuh dibawah pohon dan setangah pingsan. Ia terasa ajalnya kian mendekat. Namun, ketika tiba –tiba agak siuman, tahu –tahu keledainya telah berdiri dimukanya. Alangkah gembiranya Musyafir itu. Seolah –olah ia telah hidup lagi setelah mati. Diciuminya keledai itu seraya berkata, “Ya Allah. Engkau adalah hambaku, dan aku adalah Tuhan-Mu.
              Telah terpelaset lidahnya tanpa sadar. Seharusnya ia mengatakan: “Ya Allah engakau adalah Tuhanku, dan aku adalah hamba –Mu.” Tetapi ucapan itu terbalik sama sekali saking meluapnya kegembiraan hatinya. Dan begitulah gambaran yang yang diperumpamakan Nabi SAW mengenai kegembiraan Allah menyambut hamba –Nya yang bertobat seperti Musyafir yang tersesat dan kehilangan keledainya namun ditemukannya kembali. Dan karena berkesengatan suka citanya ia hingga tersandung lidahnya mengucapkan kalimat yang terputar balik.

                 Itulah kemurahan Allah. Bahkan ada yang lebih hebat lagi. Konon pada hari pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah yang diadili dihadapan Tuhan. Ia dituduh bersalah, menyia –nyiakan umurnya didunia untuk berbuat maksiat. Tetapi tetap bersikeras membantah.
“ Tidak, demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu. “
“Tetapi saksi –saksi mengatakan engkau betul –betul telah menjerumuskan dirimu sendiri kedalam dosa, jawab malaikat.
               Orang itu menoleh kekiri dan kekanan, lalu segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi yang sedang berdiri. Disitu hanya dia sendirian. Makanya iapun menyanggah, manakah saksi –saksi yang kau maksudkan? Disini tidak ada siapa –siapa kecuali aku dan suaramu.”
“Inilah saksi –saksi itu,” ujar malaikat.
Tiba –tiba mata angkat bicara, “saya yang memandangi.”
Disusul oleh telinga, “saya yang mendengarnya.”
Hidung pun tidak ketinggalan. “Saya yang mencium.”
Bibir mengaku, “saya yang merayu.”
Lidah menambah, “ Saya yang menghisap.”
Tangan meneruskan, “saya yang meraba dan meremas.”
Kaki menyusul, “saya yang dipakai lari ketika ketahuan.”
            “ Nah, kalau kubiarkan , seluruuh anggota tubumu akan memberikan kesaksian tetang perbuatan aibmu itu,” ucap malaikat.
Orang itupun tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat berduka karena sebentar lagi akan djobloskan kedalam Jahannam.
Padahal, rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu.
Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong –konyong suara yang amat lembut dari selambar bulu matanya:
             “Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi.”
“Silahkan,” kata malaikat
“ Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengah malam yang lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankan Nabinya pernah berjanji. Bahwa apabila ada seorang hamba kemudian bertobat , walau selembar bulu matanya saja yang terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? Maka saya selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan tobat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan.”
              Konon, dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut dibebaskan dari neraka dan diantarkan kesurga. Sampai terdengar suara bergaung kepada suara penghuni surga: “Lihatlah. Hamba Tuhan ini masuk surga karena pertolongan bulu mata.”
Sumber : 30 Kisah Teladan 5 “ K.H. Aburrahman Arrosi” hal. 91-94.

Do’a Ketika Berbuka Puasa, Do’a yang Mustajab


ALQURAN DAN AS SUNNAH
Do’a Ketika Berbuka Puasa, Do’a yang Mustajab“Sesungguhnya do’a orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak”. Jadi jangan lupakan memohon hajat lewat do’a setiap kita berbuka. Imam Ibnu Majah menyebutkan beberapa hadits yang menyebutkan bahwa secara umum, do’a orang yang berpuasa adalah do’a yang mustajab.
 عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-
 Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga do’a yang tidak tertolak: (1) do’a pemimpin yang adil, (2) do’a orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (3) do’a orang yang terzholimi.” (HR. Tirmidzi no. 3595, Ibnu Majah no. 1752. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban dalam shahihnya no. 2408 dan dihasankan oleh Ibnu Hajar. Lihat catatan kaki Zaadul Ma’ad, 2: 50). Juga ada hadits, عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ » Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya do’a orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak.” (HR. Ibnu Majah no. 1753. Dalam sanadnya terdapat Ishaq bin ‘Ubaidillah. Ibnu Hibban memasukkan perowi ini dalam perowi tsiqoh. Perowi lainnya sesuai syarat Bukhari. Hadits ini dikuatkan dengan hadits sebelumnya yang telah disebutkan. Lihat catatan kaki Zaadul Ma’ad, 2: 49-50).
Jika dikatakan bahwa waktu berbuka puasa adalah waktu mustajabnya do’a, maka jangan tinggalkan sunnah ini untuk memohon setiap hajat kita, hajat apa pun itu. Dan amalan ini berlaku untuk puasa wajib dan puasa sunnah karena haditsnya adalah mutlak untuk setiap puasa. Adapun do’a khusus yang diajarkan Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam– ketika berbuka adalah dzahabzh zhoma-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (dahaga telah hilang, urat-urat telah basah, dan moga ditetapkan pahala insya Allah). Inilah hadits yang shahih yang patut diamalkan. Sedangkan do’a “allahumma laka shumtu …” tidaklah shahih karena perowinya matruk (pendusta), sebagaimana telah diterangkan dalam tulisan “Kritik Do’a Buka Puasa Allahumma Laka Shumtu“. Semoga yang singkat ini bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik. Referensi: Zaadul Ma’ad fii Hadyi Khoiril ‘Ibad, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, tahqiq: Syu’aib Al Arnauth dan ‘Abdul Qadr Al Arnauth, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan keempat, tahun 1425 H.

Task Listening Discussion 4 : What do you think about telephone conversation?

1. What do you think about telephone conversation?
2. What are the differences in the conversation between telephone conversation and mobile phone conversation?
3. What are the differences between telephone conversation and face-to-face conversation?



Answer:
  1. A telephone is a communication tool used to convey voice message, especialllymessage in the form of conversations so that  telephone conversations are conversation that use an intemadiary throgh a device that transmitted by an electric curent that is converted in to an audio signal. so that caller and respons to the voice delivered by the telephone from a distance. Phone perception make  it easier if we cannot  talk directly with  the coleagues we invite or respon to,
  2. teephone conersations are conversation bektwen the speaker and the interlocutor throug a commnication device  that uses acable, while a celuler telephone conversation ia a conversation betwen the speaker and the interocutor through a communication device that uses cellular credit as devices that connects the caller and the telphone.
  3. the difference betwen telephone conversations and face to face conversations. telephone conversation is a conversation cariied out by the speaker and the speaker is not in one place or means different places. While face to face conversation  or face to face communication.

Read, Understand, and Remember, Improve, Your Reading Skills With The KWL Method




















Read, Understand, and Remember, Improve, Your Reading Skills With The KWL Method
 DOWNLOAD

Writting Skill : The Paragraph



 Writting Skill : The Paragraph
DOWNLOAD
WATCH NOW

Learn Grammer: The Sentences

















Learn Grammer: The Sentences
DOWNLOAD
WATCH NOW