Kontributor

Jumat, 16 November 2018

EKSISTENSI PERUBAHAN SOSIAL Inisiasi 7 dalam Materi Pengantar Pendidikan


Inisiasi 7


Selamat berjumpa kembali teman-teman mahasiswa, mari kita lanjutkan materi insiasi 7, mudah-mudahan teman-teman sudah memahami materi insiasi sebelumnya! Pada insiasi selanjutnya akan membahas tentang Eksistensi Perubahan Sosial Hubungannya dengan Pendidikan Formal, Nonformal, dan Informal

A.    EKSISTENSI PERUBAHAN SOSIAL

1.      Pengertian Perubahan sosial
Para sosiolog dan ahli-ahli lain yang mengemukakan teori-teori tentang perubahan sosial dan kebudayaan. Soekanto s. (1982) dalam buku Sosiologi Suatu Pengantar menyebutkan beberapa arti perubahan sosial menurut para ahli, yaitu:
a.       William F. Ogburn mengemukakan bahwa lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang bersifat material maupun immaterial.
b.      Mac iver menyebutkan bahwa perubahan-perubahan sosial adalah ekspresi jiwa yang terwujud dalam cara-cara hidup dan berfikir, pergaulan hidup, seni kesusastraan, agama, rekreasi, dan hiburan.
c.       Gilin dan Gilin mengatakan bahwa perubahan-perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, yang disebabkan baik perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan materiil, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
d.      Selo soemardjan menyebutkan bahwa perubahan-perubahan sosial adalah segala perubahan pada Lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termaksud di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
e.       Kingsley davis menyebutkan bahwa perubahan-perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi di dalam struktur dan fungsi masyarakat. Misalnya, timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dan majikan dan seterusnya yang menyebabkan perubahan-perubahan organisasi ekonomi dan politik.
f.       Samuel Koening mengatakan bahwa perubahan sosial, menunjukkan pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi ini terjadi karena intern maupun ekstern.

Dapat dikatakan bahwa perubahan sosial adalah segala proses di mana terjadi perubahan struktur dan fungsi-fungsi suatu sistem sosial. Perubahan sosial adalah perubahan Lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam lingkup hidup masyarakat yang pada akhirnya mempengaruhi sistem sosialnya, termaksud di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok di dalam masyarakat.

1.      Bentuk-bentuk perubahan sosial.
Perubahan sosial meliputi jenis-jenis sebagai berikut.
a.       Perubahan yang terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat. Perubahan-perubahan yang memerlukan waktu yang lama di mana terdapat suatu rentetan perubahan-perubahan kecil yang sering mengikuti dengan lambat, dinamakan evolusi.
b.      Perubahan yang pengaruhnya kecil dan perubahan yang besar pengaruhnya, perubahan-perubahan yang kecil pengaruhnya adalah perubahan-perubahan pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat.
c.       Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan. Perubahan yang dkehendaki atau direncanakan merupakan perubahan yang diperkirakan atau yang direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam msyarakat. Perubahan sosial yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupaka perubahan-perubaha yang terjadi tanpa dikehendaki serta berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan oleh masyarakat.

2.      Sebab-sebab terjadinya perubahan sosial
Terjadinya perubahan sosial dapat disebabkan oleh kondisi masyarakat itu sendiridan ada pula yang datangnya akibat pengaruh dari masyarakat lain atau dari alam sekitarnya.
a.       Penyebab yang datangnta dari masyarakat
Ada beberapa factor internal yang menjadi penyebab munculnya perubahan sosial yaitu:
1.      Perubahan penduduk
Perubahan penduduk berarti bertambah atau berkurangnya penduduk dalam suatu masyarakat. Hal itu dapat disebabkan oleh adanya kelahiran dan kematian, namun juga bisa adanya perpindahan penduduk baik transmigrasi maupun urbanisasi.
2.      Penemuan-penemuan baru
Perubahan sosial terjadi sebagai akibat masuknya ide-ide pembaruan yang diadopsi oleh para anggota sistem sosial yang bersangkutan.
3.      Pertentangan atau konflik masyarakat
Kehidupan suatu masyarakat mungkin pula menjadi penyebab terjadinya perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan.
4.      Terjadinya revolusi intern di dalam masyarakat
Revolusi bulan Oktober 1917 di Rusia telah menyebabkan terjadinya perubahan besar.

b.      Penyebab yang berasal dari luar masyarakat
1.      Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia. Sebab-sebab yang bersumber pada lingkunagn alam fisik disebabkan oleh tindakan warga-warga masyarakat itu sendiri.
2.      Peperangan
Peperangan dengan negara lain dapat pula menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan karena biasanya negara yang menang akan memaksa negara yang takluk untuk menerima kebudayaannya sebagai kebudayaan yang lebih tinggi tarafnya.
3.      Pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Apabila sebab-sebab perubahan tersebut bersumber pada masyarakat lain maka perubahan tersebut mungkin terjadi karena kebudayaan dari masyarakat lain yang melancarkan pengaruhnya.

2.      EKSISTENSI PENDIDIKAN
Pendidikan dalam konteks Indonesia dipahami sebagai “Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara” (Pasal 1 ayat 1).
Pendidikan formal adalah pendidikan yang diselenggarakn secara formal di lingkungan persekolahan. Pendidikan nonformal adalah pendidikan yang diselenggarakan di luar lingkungan sekolah. Pendidikan nonformal diselenggarakan dengan fungsi untuk melengkapi, mengganti atau menambah peran yang dilakukan oleh pendidikan sekolah. Pendidikan informal merupakan pendidikan yang diselenggarakn di lingkungan keluarga. Perpaduan ketiga jalur pendidikan, yakni pendikan formal, nonformal, dan informal, pendidikan semakin jelas hasrat mulianya, yakni untuk memberikan pelayanan, bimbingan, binaan, arahan, tuntunan, dan keteladanan khususnya tentang nilai, sikap, keterampilan, dan pengetahuan bagi seluruh warga masyarakat di sepanjang hayatnya, tanpa membedakan usia, kelamin, suku, agama, budaya, dan lingkungan.
Eksistensi pendidikan juga menjadi perhatian utama organisasi kelas dunia, yakni Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan menetapkan UNESCO (United Nation for Education, Science, and Culture) sebagai badan yang mengurusi masalah-masalah pendidikan di tingkat internasional. UNESCO merumuskan pendidikan itu secara lebih luas adalah:
1.      Learning how to think (belajar bagaimana berfikir);
2.      Learning how to do (belajar bagaimana melakukan);
3.      Learning how to be (belajar bagaimana menjadi);
4.      Learning how to learn (belajar bagaimana belajar);
5.      Learning how to live together (belajar bagaiman hidup Bersama).

3.      GLOBALISASI
a.       Pengertian globalisasi
Menurut Wikipedia (http://id.Wikipedia.org/Wiki/Globalisasi). Globalisasi atau penyejagatan (neologisme) adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya popular, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
Globalisasi adalah suatu proses di mana antar invidu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.
Globalisasi merupakan sebuah fenomena yang tidak bisa diabaikan. Sekalipun bukan merupakan sebuah fenomena yang tidak diperdebatkan, tidak dapat dipungkiri globalisasi memiliki pengaruh yang luas di seluruh aspek kehidupan manusia, baik secara individual maupun secara kolektif.

1.      Proses globalisasi dan dampak-dampaknya
Proses globalisasi ditandai dengan pesatnya perkembangan paham kapitalisme, yakni semakin terbuka dan semakin mengglobalnya peran pasar, investasi, dan proses produksi dari perusahaan-perusahaan transnasional yang kemudian dikuatkan oleh ideologi dan tatanan dunia perdagangan berdasarkan aturan organisasi perdagangan bebas secara global.

2.   Globalisasi dan pendidikan
Samuel P. Huntington dalam karyanya mengenai Clash of Civilization menyebutkan bahwa yang akan kita hadapi dengan istilah globalisasi adalah interaksi budaya global yang terjadi pada seluruh negara yang seakan-akan tidak ada sekatnya.
Berkaitan dengan konteks Indonesia, pendapat huntington ini perlu dicermati mengingat Indonesia merupakan negara kepualauan dengan budayanya yang sangat majemuk. Namun, karena itu pula maka seringkali terjadi konflik di sepanjang garis pemisah budaya (Culture Fault Lines), demikian menurut Huntington.
Globalisasi terkait erat dengan pendidikan dan kaitannya dengan identitas bangsa, termaksud budaya nasional dan budaya-budaya nusantara. Di samping terpaan tentang gagasan-gagasan dalam pendidijkan, globalisasi secara langsung menerpa setiap individu melalui buku, radio, televisi, dan media lainnya.

3.   Strategi menghadapi globalisasi bidang pendidikan
Globalisasi merupakan aspek yang memberi pengaruh besar pada perubahan sosial pada umumnya dan terhadap pendidikan pada khusunya. Sebagai sumber daya manusia di bidang pendidikan, semestinya kita segera merespon tuntutan global tersebut, karena hal itu diantaranya akan berimplikasi langsung pada tuntutan kualitas sumber daya manusia. Arah dan strategi pengembangan sumber daya manusia melalui proses yang berlangsung sepanjang hayat, yaitu pendidikan yang mengintegrasikan waktu, tempat, jenis pendidikan, serta kelugasan dalam pendidikan semestinya menjadi prioritas utama.

Jawaban Tugas 3 PENGANTAR PENDIDIKAN NAMA : HARIS ISMAIL NIM : 031052192


Jawaban Tugas 3 
PENGANTAR PENDIDIKAN
NAMA : HARIS ISMAIL
NIM : 031052192



Tugas 3
1.     Jelaskan definisi kebudayaan dan hubungannya antara manusia dengan kebudayaan serta berikan contohnya!
2.     Jelaskan hubungan kebudayaan dan kesenian!
3.     Jelaskan yang dimaksud dengan kebudayaan nasional!
4.     Bagaimana pengaruh eksistensi pendidikan bagi dinamika kehidupan masyarakat dan sekitarnya?

Jawaban Dari Tugas3 Pengantar pendidikan
1.     Definisi kebudayaan dan hubungannya antara manusia dengan kebudayaan
Definisi kebudayaan adalah adat kebiasaan dan norma –norma yang berlaku pada suatu masyarakat yang mengatur tata cara dan tata krama serta nilai-nilai kehidupan masyarakat dan itu berlaku bagi anggota masyarakat tersebut secara turun temurun..

Hubungannya antara manusia dengan kebudayaan
Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat. Contoh pada adat istiadat, lewat  Kesenian daerah, mengenal pakaian khas daerah dan  makanan khas daerah.

2.     hubungan kebudayaan dan kesenian.
          Hubungan kebudayaan dengan kesenian memang sangat erat kaitannya karena kesenian  merupakan salah satu bagian yang penting  dari kebudayaan , kesenian adalah ungkapan kreativitas dari kebudayaan itu sendiri.
3.     Kebudayaan Nasional Adalah berbagai ragam kebudayaan lokal yang ada di daerah yang dimiliki, dilaksanakan, dan dilestarikan oleh suku bangsa yang ada di Indonesia serta diakui oleh seluruh bangsa Indonesia. Sehingga budaya nasional Indonesia mampu memberi makna bagi kehidupan berbangsa dan berdkepribadian yang dapat dibandingkan sebagai identitas nasional. Contohnya Pancasila sebagai dasar negara, bahasa Indonesia, dan Lagu Kebangsaan yang dicetuskan dalam Sumpah Pemuda 12 Oktober 1928 yang diikuti oleh seluruh pemuda berbagai daerah di Indonesia yang membulatkan tekad untuk menyatuan Indonesia dengan menyamakan pola pikir bahwa Indonesia memang berbeda budaya tiap daerahnya, tetapi tetap dalam satu kesatuan Indonesia Raya dalam semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.
4.     Pengaruh eksistensi pendidikan bagi dinamika kehidupan masyarakat dan sekitarnya itu sangat berpengaruh lewat kebudayaan, sebab kebudayaan merupakan kompleks utama yang meliputi pengaetahuan , kepercaayaan,
hukum moral, kebiasaan, skill  dan lain –lain.


-oooOOOooo-

Tugas 3 Structure Nama : Haris Ismail NIM: 031052192


Tugas 3  Structure
Nama : Haris Ismail
NIM: 031052192


My best friend
In campus in one class I have some of the most familiar friends, we also live in a boarding house, we always study together, go to campus always together, take a walk together, have dinner together, play Volly together with what we are do it always together, well, just the name of a close friend is always together. My one friend is named Tony and the other is Jono. Tony preferred the humorous attitude of the quiet Jono.
With his quiet attitude Jono always covered what he knew to Tony, whom he considered to be a lot of talking. Or maybe he doesn't like Tony's attitude.
Our age is not much different, Tony is 2 years older than me, while Jono is 2 years younger than me. Thus Jono was more reluctant to Tony because he was considered older than all of us. Even though we remain close friends we don't look at each other's age in terms of friends.
          We always go to the volleyball field every week and at night we always play badminton, badminton courts not far from campus. We always hang out there before we start to play, even though our campus has the same field but there is wider and more crowded than on our campus location.
Besides volleyball and badminton, there are also other types of sports such as swimming, table tennis, soccer. There also provides measurements for height and weight scales for each sport participant. Before we play we always measure height and weigh weight. Tony was taller than Jono while Jono was shorter than me as well as Tony's weight was heavier than Jono because Tony was taller and heavier while I was lighter than Jono because Jono was fatter than me.


ooOOOoo

Sabtu, 27 Oktober 2018

Cerita_ Nelayan Eretan

“Ia jatuh dilaut.”
 “Oh.” 
“Anak nakal. 
     
      Kerjanya hanya bergelantungan ditepi perahu. Untuk jurumudi sigap. Ia langsung memutar haluan. Ketika, Kasim diangkat diatas perahu, tubuhnya berwarna biru.” Karsita menatap muka pamannya agak lama. Tidak sebuah perkataan pun keluar dari mulutnya. 
       “Ini oleh –oleh untuk emakmu,” kata Pak Sapingi kemudian. Ia menyorongkan enam ekor ikan tenggiri. Seudah itu dia membelok kekiri. Masih lama Karsita memikirkan pengalaman Pak Liknya. Dan selama kakinya melangkah maju diatas pasir yang panas, angan –angan mencoba menggambarkan kejadian yang sebenarnya. Dalam hal ini ia gagal sebab ia belum pernah pergi kelaut. Aneh sebetulnya tetapi itulah kenyataanya. Setiap anak kampung Nelayan Eretan mengenal laut dan pernah pergi kelaut. Hanya dirinya yang merupakan pengecualian. Ia mengluh panjang dan melayangkan pandangannya kelaut. Pada saat matanya menangkap ombak berkepala putih yang bergulung-gulung dengan suara gemuruh kearah pantai, perutnya terasa mulas. Rasa takut memenuhi dirinya, ia merasa seolah olah ada tangan besar yang ingin menangkap dirinya. Dengan tubuh gemetaran ia membelok kekiri menjauhi pantai. Ia tidak melihat ombak lagi. Ia tidak mau ditangkap raksasa penguasa laut utara seperti yang selalu diseritakan ibunya.
       
         “Ada apa, Kar?” tanya sebuah suara dari sebalah kiri. Karsita tersirap lalu menoleh” saya dikejar anjing,” jawabnya bohong. Dadanya turun naik tak karuan. “tentu anjing Pak Saman,” seru mustafa, anak yang besar. “Memang kata Karsita lega, “Ikut?” Karsita balik beranya. “Mengail.” “Dilaut?” “Ya.” “segan.” Kedua temannya tertawa 

         “Mengapa kamu takut pergi kelaut, Ta?” tanya Mustafa polos. Karsita tidak menyahut. “ sebagai anak nelayan seharusnya kamu malu” tambah Ropingi Temanya masih tetap bungkam “Pada waktu kecil saya takut kepada air,” Kata Mustafa. “tetapi kini seminggu saja tidak pergi kelaut, membuat saya panas dingin.” Karsita merasa terpojok. “Apakah nanti malam kalian ada dirumah ?” Tanyanya mengalihkan pembicaraan. “Ada apa?” Ropingi balik bertanya. “Saya dengar Pak Susila menangkap Tarling.” “Betul?” Ropingi menoleh kearah Mustafa. “saya tidak tahu, jawab temannya. “benar .” seru Karsita. “Jika begitu kita harus melihat ,” ajak Ropingi. “Bukankah besok kita sekolah ?” Tukas Mustafa. 

         “Alaaaa. Kita tidak akan lama berada disana. Disamping itu kita masuk sore.” “Lebih baik kita berangkat sekarang. Kemudian Mustafa menoleh kearah Karsita. “jangan lupa mampir Dirumah saya nanti mala,” Tambahnya . Karsita berjanji. Didalam hati ia merasa bersyukur bisa melopaskan diri dari olok-olok temannya. Mengapa ia takut pergi kelaut? Ibunya selau bercerita bahwaa ditengah laut bediam seorang raksasa jahat. Dan ia percaya kepadanya. Bukan tidak sedikit nelayan yang tidak pulang kampung halamannya? Saya harus cepat pulang katanya kemudian. Setelah melihat letak matahari sebentar, dengan segera ia memperceat langkahnya. Ia tahu ibunya memerlukan dirinya.

Cerita_ Nelayan Eretan

“Delapan belas ribu,” seru seorang laki –laki pendek berseragam itam. Sekali lagi Pak Somad melakukan tugasnya. Baru ketika seorang menawar sembilan belas ribu,” tidak ada seorang lain yang berani mengajkan tawaran lebih tinggi. 

       “Bayar harga ikan itu kepada kasir, Min,” kata Pak Somad kepada orang itu. Tidak lama kemudian ia menunjukan tumpukan ikan tongkol sebalah kiri. “milik Saleh,” teriaknya. “beratnya 52 kg. Dua puluh ribu rupiah.” Ia mulai menyebutkan sebuah harga. Apa yang terjadi kemudian merupakan ulangan apa yang terjadi sebelumnya. Harga makin lama makin tinggi. Sehingga pada suatu ketika tidak ada orang lain yang berani mengajukan tawaran. Dlam kedaan demikian penawar paling akhirnya yang menang. Ikan tongol itu terjual dengan harga Rp 40.000,- “Ta,”teriak Pak Somad suatu ketika. Sekali lagi Karsita maju kedepan “Ambilkan air teh saya.” Anak itu menurut.

        Karena pada pagi itu banyak ikan yang harus di jual, barulah satu setengah jam kemudian pelelangan usai. Pada waktu itu kemaja Pak Somad basah kuyup da mukanya berkeringat. Suaranya pun serak. Kini setiap pembeli berusaha untuk membawa ikannya keluar dari tempat pelelangan. “Ta,” panggil Bu Wirya yan gberdiri termangu –mangu didepan keranjang ikan ekor kuning. Karsita yang sedang melihat orang memilkul seekor ikan hiu besar dengan segera ia mendekat. “bawa ikan saya ke becak, Ta,” perintah Bu Wirya “ baik Bu,” jawab Karsita senang. Dengan segera ia mengangkat keranjang penuh ikan didepannya. Rupanya keranjang itu berat. Sebab beberapa kali ia meringis. Meskipun demikian, ketika Bu Wirya menyerongkan selembar uang ratusan mulutnya tersenyum kembali. Dan ini untuk sarapan dirumah,” kata Bu Wirya sambil menambahkan seekor ikan ekor kuning kecil. Tiga kali Karsita disuruh mengangkat keranjang serupa. Itulah sebabnya, ketika pelataran pelelangan kosong, didalam sakunya tersimpan uang sebanyak Rp.400. lumayan pikirnya senang sementara itu, sudut matanya melirik kearah dua ekor ikan ditangannya. 
 “Ta”’. 
         Seperti tersengat lebah Karsita membalik. “Lik,” serunya heran. Seorang laki –laki berumur sekitar 30 tahun dan mengenakan celana pendek serta kaos oblong tersenyum masam. Dengan segera ia menghampiri keponakannya. Apakah ayahmu tidak pergi kelaut?” tanyanya menyelidik. “Ayah sakit, Lik,”jawab Karsita. “Dari sebab itu, tadi malam saya tidak bertemu dengannya. “ “ Apakah biasanya Pak Lik bertemu dengan ayah ditengah laut?” Pak Sapingi mengiyakan. “Jika mencari ikan ayahmu tidak pernah berpindah temapat,” ujarnya sambil melihat kedepan tadi malam hampir mati, tambahnya geram. Mulut Karsita menganga. “Kasim?” tanyanya sambil menahan nafas. “Siapa lagi?” “Apa terjadi, Lik?” 
Baca selanjutnya.... 

Cerita _ Nelayan Eretan

           “Ta!” teriak Pak Somad tiba-tiba. Seorang laki –laki yang bertubuh ceking, berumur sekitar 12 tahun dan berwajah kehitam -hitaman maju kedepan. “ya, Pak ,” ujarnya begitu ia berdiri didepan juru lelang. “Dimana tongkat peninjuk saya?” Karsita melihat keliling sejenak. Sesaat kemudian ia membalik guna menorobos lingkaran orang. 
           Ketika kembali ditangannya ia membawa sebatang tongkat penjalin panjang. “ ini, Pak,’’ sambil menyorongkan benda tersebut kearah Pak Somad. Sekulum senyum menghias bibir orang itu. Sebentar kemudian ia memukul batang relnya kembali’ “teng, teng, teng, teng,” “Kita mulai.”teriaknya sesudah melihat jam tangannya. Beberapa orang yang tadinya berjongkok berdiri. Pak Somad menunjukkan sejumlah udang didepan. Udang ini milik Ramli. Beratnya 10,5 kg. Harganya Rp.10.000, - teriaknya nyaring. 

           Kemudian sambil melihat keliling ia terus merocos. Sepuluh ribu, sepuluh ribu, sepuluh ribu, sebelas ribu, sebelas ribu. Perlahan –lahan ia meningkatkan harganya. Tak seorang pun menjawab. Tiba –tiba ketika ia menyebut angka “enam belas ribu, seorang berteriak enam belas ribu limaratus.” Pak Somad menatap orang itu sebentar lalu meneruskan lelangnya. Enam belas ribu limaratus, enam belas ribu lima ratus, enam belas ribu lima ratus.” “tujuh belas ribu,” teriak seorang perempuan berbaju biru. Pak Somad mulai menyebutkan tawaran yang baru.
 Baca selanjutnya....