Kontributor

Jumat, 16 November 2018

EKSISTENSI PERUBAHAN SOSIAL Inisiasi 7 dalam Materi Pengantar Pendidikan


Inisiasi 7


Selamat berjumpa kembali teman-teman mahasiswa, mari kita lanjutkan materi insiasi 7, mudah-mudahan teman-teman sudah memahami materi insiasi sebelumnya! Pada insiasi selanjutnya akan membahas tentang Eksistensi Perubahan Sosial Hubungannya dengan Pendidikan Formal, Nonformal, dan Informal

A.    EKSISTENSI PERUBAHAN SOSIAL

1.      Pengertian Perubahan sosial
Para sosiolog dan ahli-ahli lain yang mengemukakan teori-teori tentang perubahan sosial dan kebudayaan. Soekanto s. (1982) dalam buku Sosiologi Suatu Pengantar menyebutkan beberapa arti perubahan sosial menurut para ahli, yaitu:
a.       William F. Ogburn mengemukakan bahwa lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang bersifat material maupun immaterial.
b.      Mac iver menyebutkan bahwa perubahan-perubahan sosial adalah ekspresi jiwa yang terwujud dalam cara-cara hidup dan berfikir, pergaulan hidup, seni kesusastraan, agama, rekreasi, dan hiburan.
c.       Gilin dan Gilin mengatakan bahwa perubahan-perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, yang disebabkan baik perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan materiil, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
d.      Selo soemardjan menyebutkan bahwa perubahan-perubahan sosial adalah segala perubahan pada Lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termaksud di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
e.       Kingsley davis menyebutkan bahwa perubahan-perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi di dalam struktur dan fungsi masyarakat. Misalnya, timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dan majikan dan seterusnya yang menyebabkan perubahan-perubahan organisasi ekonomi dan politik.
f.       Samuel Koening mengatakan bahwa perubahan sosial, menunjukkan pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi ini terjadi karena intern maupun ekstern.

Dapat dikatakan bahwa perubahan sosial adalah segala proses di mana terjadi perubahan struktur dan fungsi-fungsi suatu sistem sosial. Perubahan sosial adalah perubahan Lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam lingkup hidup masyarakat yang pada akhirnya mempengaruhi sistem sosialnya, termaksud di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok di dalam masyarakat.

1.      Bentuk-bentuk perubahan sosial.
Perubahan sosial meliputi jenis-jenis sebagai berikut.
a.       Perubahan yang terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat. Perubahan-perubahan yang memerlukan waktu yang lama di mana terdapat suatu rentetan perubahan-perubahan kecil yang sering mengikuti dengan lambat, dinamakan evolusi.
b.      Perubahan yang pengaruhnya kecil dan perubahan yang besar pengaruhnya, perubahan-perubahan yang kecil pengaruhnya adalah perubahan-perubahan pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat.
c.       Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan. Perubahan yang dkehendaki atau direncanakan merupakan perubahan yang diperkirakan atau yang direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam msyarakat. Perubahan sosial yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupaka perubahan-perubaha yang terjadi tanpa dikehendaki serta berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan oleh masyarakat.

2.      Sebab-sebab terjadinya perubahan sosial
Terjadinya perubahan sosial dapat disebabkan oleh kondisi masyarakat itu sendiridan ada pula yang datangnya akibat pengaruh dari masyarakat lain atau dari alam sekitarnya.
a.       Penyebab yang datangnta dari masyarakat
Ada beberapa factor internal yang menjadi penyebab munculnya perubahan sosial yaitu:
1.      Perubahan penduduk
Perubahan penduduk berarti bertambah atau berkurangnya penduduk dalam suatu masyarakat. Hal itu dapat disebabkan oleh adanya kelahiran dan kematian, namun juga bisa adanya perpindahan penduduk baik transmigrasi maupun urbanisasi.
2.      Penemuan-penemuan baru
Perubahan sosial terjadi sebagai akibat masuknya ide-ide pembaruan yang diadopsi oleh para anggota sistem sosial yang bersangkutan.
3.      Pertentangan atau konflik masyarakat
Kehidupan suatu masyarakat mungkin pula menjadi penyebab terjadinya perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan.
4.      Terjadinya revolusi intern di dalam masyarakat
Revolusi bulan Oktober 1917 di Rusia telah menyebabkan terjadinya perubahan besar.

b.      Penyebab yang berasal dari luar masyarakat
1.      Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia. Sebab-sebab yang bersumber pada lingkunagn alam fisik disebabkan oleh tindakan warga-warga masyarakat itu sendiri.
2.      Peperangan
Peperangan dengan negara lain dapat pula menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan karena biasanya negara yang menang akan memaksa negara yang takluk untuk menerima kebudayaannya sebagai kebudayaan yang lebih tinggi tarafnya.
3.      Pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Apabila sebab-sebab perubahan tersebut bersumber pada masyarakat lain maka perubahan tersebut mungkin terjadi karena kebudayaan dari masyarakat lain yang melancarkan pengaruhnya.

2.      EKSISTENSI PENDIDIKAN
Pendidikan dalam konteks Indonesia dipahami sebagai “Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara” (Pasal 1 ayat 1).
Pendidikan formal adalah pendidikan yang diselenggarakn secara formal di lingkungan persekolahan. Pendidikan nonformal adalah pendidikan yang diselenggarakan di luar lingkungan sekolah. Pendidikan nonformal diselenggarakan dengan fungsi untuk melengkapi, mengganti atau menambah peran yang dilakukan oleh pendidikan sekolah. Pendidikan informal merupakan pendidikan yang diselenggarakn di lingkungan keluarga. Perpaduan ketiga jalur pendidikan, yakni pendikan formal, nonformal, dan informal, pendidikan semakin jelas hasrat mulianya, yakni untuk memberikan pelayanan, bimbingan, binaan, arahan, tuntunan, dan keteladanan khususnya tentang nilai, sikap, keterampilan, dan pengetahuan bagi seluruh warga masyarakat di sepanjang hayatnya, tanpa membedakan usia, kelamin, suku, agama, budaya, dan lingkungan.
Eksistensi pendidikan juga menjadi perhatian utama organisasi kelas dunia, yakni Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan menetapkan UNESCO (United Nation for Education, Science, and Culture) sebagai badan yang mengurusi masalah-masalah pendidikan di tingkat internasional. UNESCO merumuskan pendidikan itu secara lebih luas adalah:
1.      Learning how to think (belajar bagaimana berfikir);
2.      Learning how to do (belajar bagaimana melakukan);
3.      Learning how to be (belajar bagaimana menjadi);
4.      Learning how to learn (belajar bagaimana belajar);
5.      Learning how to live together (belajar bagaiman hidup Bersama).

3.      GLOBALISASI
a.       Pengertian globalisasi
Menurut Wikipedia (http://id.Wikipedia.org/Wiki/Globalisasi). Globalisasi atau penyejagatan (neologisme) adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya popular, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
Globalisasi adalah suatu proses di mana antar invidu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.
Globalisasi merupakan sebuah fenomena yang tidak bisa diabaikan. Sekalipun bukan merupakan sebuah fenomena yang tidak diperdebatkan, tidak dapat dipungkiri globalisasi memiliki pengaruh yang luas di seluruh aspek kehidupan manusia, baik secara individual maupun secara kolektif.

1.      Proses globalisasi dan dampak-dampaknya
Proses globalisasi ditandai dengan pesatnya perkembangan paham kapitalisme, yakni semakin terbuka dan semakin mengglobalnya peran pasar, investasi, dan proses produksi dari perusahaan-perusahaan transnasional yang kemudian dikuatkan oleh ideologi dan tatanan dunia perdagangan berdasarkan aturan organisasi perdagangan bebas secara global.

2.   Globalisasi dan pendidikan
Samuel P. Huntington dalam karyanya mengenai Clash of Civilization menyebutkan bahwa yang akan kita hadapi dengan istilah globalisasi adalah interaksi budaya global yang terjadi pada seluruh negara yang seakan-akan tidak ada sekatnya.
Berkaitan dengan konteks Indonesia, pendapat huntington ini perlu dicermati mengingat Indonesia merupakan negara kepualauan dengan budayanya yang sangat majemuk. Namun, karena itu pula maka seringkali terjadi konflik di sepanjang garis pemisah budaya (Culture Fault Lines), demikian menurut Huntington.
Globalisasi terkait erat dengan pendidikan dan kaitannya dengan identitas bangsa, termaksud budaya nasional dan budaya-budaya nusantara. Di samping terpaan tentang gagasan-gagasan dalam pendidijkan, globalisasi secara langsung menerpa setiap individu melalui buku, radio, televisi, dan media lainnya.

3.   Strategi menghadapi globalisasi bidang pendidikan
Globalisasi merupakan aspek yang memberi pengaruh besar pada perubahan sosial pada umumnya dan terhadap pendidikan pada khusunya. Sebagai sumber daya manusia di bidang pendidikan, semestinya kita segera merespon tuntutan global tersebut, karena hal itu diantaranya akan berimplikasi langsung pada tuntutan kualitas sumber daya manusia. Arah dan strategi pengembangan sumber daya manusia melalui proses yang berlangsung sepanjang hayat, yaitu pendidikan yang mengintegrasikan waktu, tempat, jenis pendidikan, serta kelugasan dalam pendidikan semestinya menjadi prioritas utama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar