Kontributor

Jumat, 26 Oktober 2018

Rindu _ Puisi Cinta


Senandung rindu ku memanggil lirih dalam diam..
Desau semilir angin malam seolah menagih rindu dalam kenangan ..
Padamu kekasih yang kini telah melupakan ..
Sebaris kata setia yg dulu kau agungkan disudut hati mu ...
Tentang rasa yang tak akan pernah kita akhiri selamanya..
Untuk mu yang telah melupakan ..

Entah berapa menit dalam putaran waktu ku tersisa untuk slalu merindu kan mu
Sedang kini kau telah hidup dalam dunia baru..
Dunia yang yang telah meniadakan aku dari hatimu...
Dengan apa aku harus meminta mu kembali ...
Dengan apa aku harus berkata bahwa rindu ku masih disini ...
Bagaimana caranya membuatmu melihat apa yang kurasa
Sementara kita sama-sama telah buta akan tujuan yang berbeda...
Untuk mu yang kini meninggalkan ...

Harus meminta seperti apa lagi, agar hatiku yang masih kutitipkan padamu, bersedia pulang kembali?
Terlalu sakit luka kau beri ....
Terlalu suci setia ini kutambat di hati
Bila ujungnya adalah kamu yang tak dapat kumiliki,
Tuhan .. kuatkan aku!! 

Biarkan setidaknya aku mensyukuri kehadiranya pada segala ruang dalam hatiku
Meski kini hanya tinggal sisa-sisa mimpi yang tak mungkin untuk menjadi nyata...
Kasih ...
berjalanlah ke titik di mana kamu sudah menentukan langkah.
Di setiap aku merindu mu doa-doaku memilih untuk menetap di sana,
Cinta...

Seandainya suatu saat nanti kamu butuh tepukan pundak pemberi semangat
Pejamkanlah matamu ..
Bayangkan lah masa masa indah bersamaku
Bayang hadirku disamping mu .
Karna disaat itu aku sangat merindukan mu...

Sumber: Kutipan

SELEMBAR BULU MATA _30 Kisah Teladan 5


Tobat adalah yang dapat mengikis segala dosa. Tobat yang dimaksud adalah penyesalan untuk tidak mengulanginya kesalahan semula. Biasanya dikenal dengan taubatan nasuha. Artinya, kadang –kadang tidak hanya terucapkan dengan lisan, hanya bergema didalam jiwa. Karena Allah maha penyayang, tobat dengan cara itupun bisa diterima.
               Pernah seorang musyafir tersesat ditengah belantara. Ia mencari –cari jalan keluar tak dijumpainya. Maka dengan lemah lunglai ia beristrahat dibawah sebuah pohon rindang. Keledainya ditambatkan pada salah satu ranting yang menjulur ketanah. Ia tertidur. Ketika bangun, keledai itu sudah tidak berada ditempatnya. Sedangkan semua bekal perjalanannya, termasuk uang, selimut dan makanan serta minuman berada dipunggung keledai itu. Ia mencarinya kesana kemari sampai petang tidak ditemukanya. Ia terus mencari. Hingga jauh malam. Karena lelah dan mengantuk ditambah perutnya yang sudah kelaparan, ia terjatuh dibawah pohon dan setangah pingsan. Ia terasa ajalnya kian mendekat. Namun, ketika tiba –tiba agak siuman, tahu –tahu keledainya telah berdiri dimukanya. Alangkah gembiranya Musyafir itu. Seolah –olah ia telah hidup lagi setelah mati. Diciuminya keledai itu seraya berkata, “Ya Allah. Engkau adalah hambaku, dan aku adalah Tuhan-Mu.
              Telah terpelaset lidahnya tanpa sadar. Seharusnya ia mengatakan: “Ya Allah engakau adalah Tuhanku, dan aku adalah hamba –Mu.” Tetapi ucapan itu terbalik sama sekali saking meluapnya kegembiraan hatinya. Dan begitulah gambaran yang yang diperumpamakan Nabi SAW mengenai kegembiraan Allah menyambut hamba –Nya yang bertobat seperti Musyafir yang tersesat dan kehilangan keledainya namun ditemukannya kembali. Dan karena berkesengatan suka citanya ia hingga tersandung lidahnya mengucapkan kalimat yang terputar balik.

                 Itulah kemurahan Allah. Bahkan ada yang lebih hebat lagi. Konon pada hari pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah yang diadili dihadapan Tuhan. Ia dituduh bersalah, menyia –nyiakan umurnya didunia untuk berbuat maksiat. Tetapi tetap bersikeras membantah.
“ Tidak, demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu. “
“Tetapi saksi –saksi mengatakan engkau betul –betul telah menjerumuskan dirimu sendiri kedalam dosa, jawab malaikat.
               Orang itu menoleh kekiri dan kekanan, lalu segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi yang sedang berdiri. Disitu hanya dia sendirian. Makanya iapun menyanggah, manakah saksi –saksi yang kau maksudkan? Disini tidak ada siapa –siapa kecuali aku dan suaramu.”
“Inilah saksi –saksi itu,” ujar malaikat.
Tiba –tiba mata angkat bicara, “saya yang memandangi.”
Disusul oleh telinga, “saya yang mendengarnya.”
Hidung pun tidak ketinggalan. “Saya yang mencium.”
Bibir mengaku, “saya yang merayu.”
Lidah menambah, “ Saya yang menghisap.”
Tangan meneruskan, “saya yang meraba dan meremas.”
Kaki menyusul, “saya yang dipakai lari ketika ketahuan.”
            “ Nah, kalau kubiarkan , seluruuh anggota tubumu akan memberikan kesaksian tetang perbuatan aibmu itu,” ucap malaikat.
Orang itupun tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat berduka karena sebentar lagi akan djobloskan kedalam Jahannam.
Padahal, rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu.
Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong –konyong suara yang amat lembut dari selambar bulu matanya:
             “Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi.”
“Silahkan,” kata malaikat
“ Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengah malam yang lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankan Nabinya pernah berjanji. Bahwa apabila ada seorang hamba kemudian bertobat , walau selembar bulu matanya saja yang terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? Maka saya selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan tobat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan.”
              Konon, dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut dibebaskan dari neraka dan diantarkan kesurga. Sampai terdengar suara bergaung kepada suara penghuni surga: “Lihatlah. Hamba Tuhan ini masuk surga karena pertolongan bulu mata.”
Sumber : 30 Kisah Teladan 5 “ K.H. Aburrahman Arrosi” hal. 91-94.

Do’a Ketika Berbuka Puasa, Do’a yang Mustajab


ALQURAN DAN AS SUNNAH
Do’a Ketika Berbuka Puasa, Do’a yang Mustajab“Sesungguhnya do’a orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak”. Jadi jangan lupakan memohon hajat lewat do’a setiap kita berbuka. Imam Ibnu Majah menyebutkan beberapa hadits yang menyebutkan bahwa secara umum, do’a orang yang berpuasa adalah do’a yang mustajab.
 عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-
 Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga do’a yang tidak tertolak: (1) do’a pemimpin yang adil, (2) do’a orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (3) do’a orang yang terzholimi.” (HR. Tirmidzi no. 3595, Ibnu Majah no. 1752. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban dalam shahihnya no. 2408 dan dihasankan oleh Ibnu Hajar. Lihat catatan kaki Zaadul Ma’ad, 2: 50). Juga ada hadits, عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ » Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya do’a orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak.” (HR. Ibnu Majah no. 1753. Dalam sanadnya terdapat Ishaq bin ‘Ubaidillah. Ibnu Hibban memasukkan perowi ini dalam perowi tsiqoh. Perowi lainnya sesuai syarat Bukhari. Hadits ini dikuatkan dengan hadits sebelumnya yang telah disebutkan. Lihat catatan kaki Zaadul Ma’ad, 2: 49-50).
Jika dikatakan bahwa waktu berbuka puasa adalah waktu mustajabnya do’a, maka jangan tinggalkan sunnah ini untuk memohon setiap hajat kita, hajat apa pun itu. Dan amalan ini berlaku untuk puasa wajib dan puasa sunnah karena haditsnya adalah mutlak untuk setiap puasa. Adapun do’a khusus yang diajarkan Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam– ketika berbuka adalah dzahabzh zhoma-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (dahaga telah hilang, urat-urat telah basah, dan moga ditetapkan pahala insya Allah). Inilah hadits yang shahih yang patut diamalkan. Sedangkan do’a “allahumma laka shumtu …” tidaklah shahih karena perowinya matruk (pendusta), sebagaimana telah diterangkan dalam tulisan “Kritik Do’a Buka Puasa Allahumma Laka Shumtu“. Semoga yang singkat ini bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik. Referensi: Zaadul Ma’ad fii Hadyi Khoiril ‘Ibad, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, tahqiq: Syu’aib Al Arnauth dan ‘Abdul Qadr Al Arnauth, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan keempat, tahun 1425 H.

Task Listening Discussion 4 : What do you think about telephone conversation?

1. What do you think about telephone conversation?
2. What are the differences in the conversation between telephone conversation and mobile phone conversation?
3. What are the differences between telephone conversation and face-to-face conversation?



Answer:
  1. A telephone is a communication tool used to convey voice message, especialllymessage in the form of conversations so that  telephone conversations are conversation that use an intemadiary throgh a device that transmitted by an electric curent that is converted in to an audio signal. so that caller and respons to the voice delivered by the telephone from a distance. Phone perception make  it easier if we cannot  talk directly with  the coleagues we invite or respon to,
  2. teephone conersations are conversation bektwen the speaker and the interlocutor throug a commnication device  that uses acable, while a celuler telephone conversation ia a conversation betwen the speaker and the interocutor through a communication device that uses cellular credit as devices that connects the caller and the telphone.
  3. the difference betwen telephone conversations and face to face conversations. telephone conversation is a conversation cariied out by the speaker and the speaker is not in one place or means different places. While face to face conversation  or face to face communication.

Read, Understand, and Remember, Improve, Your Reading Skills With The KWL Method




















Read, Understand, and Remember, Improve, Your Reading Skills With The KWL Method
 DOWNLOAD

Writting Skill : The Paragraph



 Writting Skill : The Paragraph
DOWNLOAD
WATCH NOW

Learn Grammer: The Sentences

















Learn Grammer: The Sentences
DOWNLOAD
WATCH NOW