Kontributor

Kamis, 25 April 2019

5 BATU PERMATA PALING POPULER



Janis-jenis batu batu permata atau gemstone di Indonesia memang sangat variatif. Tak mengherankan jika batu mulia asal Indonesia menjadi sangat populer di dunia intemasional. Hal tersebut
seperti yang terlihat dari antusiasme pengunjung pada acara Pameran Batu Mulia Indonesia 2014.
Macam-macam batu mulia dari jenis-jenis akik sampai batuan yang lebih keras lagi memang bisa dibedakan dari berbagai sisi, misalnya dari bahan dasar pembuatan. warna-wamanya dan untuk beberapa penghobi adalah karena khasiatnya.
Saat ini. ada lima jenis batu mulia yang paling banyak dicari. Kelima batu tersebut punya keindahan yang memukau. Tak mengherankan kalau harganya melambung. “Harganya di kisaran Rp 5
juta hingga Rp50 juta,‘ ungkap kolektor batu mulia, Suwandi Gazali, di Jakarta. Berikut lima jenis batu tersebut:

1. Bacan

Batu bacan (Chrysocolla) adalah batu permata atau batu mulia yang berasai dari Pulau Kasiruta, Halmahera Seiatan, Maiuku Utara. Batu akik bacan ini sejatinya telah tersohor hingga mancanegara. Bukan hanya di masa kini, melainkan sejak abad pertengahan saat Tanah Air menjadi pusat rempah-rempah dunia.
Batu bacan dianggap ‘batu hidup' karena kemampuannya berproses menjadi lebih indah secara alami. Sebagai contoh mengapa
 

 
 
Batu ini sampai mendapat nama sebagaui “batu hidup” adalah batu bacan yang semula berwarna hitam secara bertahap mampu berubah menjadi hijau. Tldak cukup berproses sampai di situ, berikutnya batu ini masih bisa berubah Iagi dalam proses 'pembersihan' sehingga menjadi hijau bening seperti air. Untuk mempercepat proses tersebut biasanya pemilik batu bacan akan terus-menerus memakainya hingga berubah wamanya.
Nama bacan berasal dari nama pulau dan nama kerajaan di Maluku Utara. Batu bacan telah melambungkan nama daerah asalnya ke mancanegara. Sudah sejak lama penduduk di kawasan empat kerajaan Maluku (Terante, Tidore, Jailolo, dan Bacan) memanfaatkan keindahan batu yang berasal dari daerah mereka itu sebagai bahan perhiasan. Nama pulau penghasil batu bacan sendiri adalah Pulau Kasiruta. Akan tetapi, penisbahan nama bacan diawali dari tempat pertama kali batu itu diperdagangkan, yaitu Pulau Bacan yang tidak seberapa jauh jaraknya dari Pulau Kasiruta.
Dilansir indonesia.trave|, keelokan batu bacan tidak hanya pada kemampuannya untuk terus ‘hidup’ berubah warna secara alami, Namun, beberapa jenis batu bacan untuk dapat menyerap senyawa lain dari bahan yang melekatinya. Seperti sebutir batu bacan hijau doko yang dilekatkan dengan tali pengikat berbahan emas mampu menyerap bahan emas tersebut sehingga bagian dalam batunyĆ© muncul bintik-bintik emas.



Kemampuan batu bacan yang berubah warna secara alami dan mencerap bahan melekatinya itulah yang membuat pecinta batu mulia di luar negeri dari China, Arab, dan Eropa tercengang dan kagum terhadapnya. Selain itu. batu bacan juga memiliki tingkat kekerasan batu 7,5 skala Mohs seperti batu jamrud dan melebihi batu giok. Dengan keistimewaan dan keunggulan batu bacan itulah banyak pecinta batu mulia dari luar negeri memburunya sejak tahun 1994. Di Indonesia sendiri batu ini baru popular belakangan sejak 2005 dimana sekarang harganya sangat mahal serta kurang Iogis bagi orang awam.
Penambangan batu bacan sendiri di Pulau Kasiruta tidaklah mudah karena perlu penggalian tanah hingga lebih dari 10 meter. Penambang batunya perlu mencari di tanah terdalam demi mencari urat-urat galur batu bacan. Meski lebih identik dengan warna hijau, batu bacan sebenarnya memiliki ragam warna lain seperti kuning tua, kuning muda, merah, putih bening. putih susu, coklat kemerahan, keunguan, coklat, bahkanjuga beragam warna lainnya hingga 9 macam.

Batu bacan diketahui telah menjadi perhiasan hampir setiap warga sejak masa empat kesultanan (Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan) di Maluku Utara, baik itu oleh pria maupun wanita. Bahkan, batu bacan terbaik menjadi penghias mahkota para sultan yang masih ada hingga saat ini seperti pada mahkota Kesultanan Ternate. Sering pula batu ini menjadi hadiah bagi tamu yang menyambangi pulaupulau di Maluku. Tahun 1960 saat Presiden Soekarno berkunjung ke Pulau Bacan dihadiahi warga di sana berupa batu bacan. Presiden SBY juga sempat menghadiahi Presiden Amerika Serikat,yaitu Barrack Obama berupa cincin batu  bacan saat berkunjung ke Indonesia.
    
      Apabila Anda menyambangi Ternate, Tidore, Jailolo, atau pun Pulau Bacan maka pastikan mendapatkannya untuk sebuah cenderamata. Akan tetapi, perlu kecermatan memilih atau mintalah saran orang yang memahaminya terkait keasliannya. Hindan‘ pula membeli batu bacan ‘mati’ yang dibentuk jadi mata kalung atau mata cincin dimana terkadang batu tersebut tidak akan mengalami proses apa-apa lagi.
Sebagai panduan singkat bahwa jenis batu bacan berkualitas yang umum dikenal dan beredar di pasaran ada dua, yaitu bacan doko dan bacan palamea. Bacan doko kebanyakan berwama hijau tua sedangkan bacan Palamea berwama hijau muda kebiruan. Nama palamea dan doko sendiri diambil dari nama desa di Pulau Kasiruta. Kedua desa tersebut memiliki deposit batu bacan cukup banyak selain di desa lmbu lmbu dan Desa Besori.
Batu bacan sendiri merupakan jenis batu krisokola yang kebanyakan berwarna hijau kebiruan. Kekerasan awal batu ini berkisar antara 3-4 pada skala Mohs. Batu Bacan berkualitas adalah yang telah mengalami proses silisiftkasi sehingga kekerasannya mencapai 7 pada skala Mohs. Batu bacan yang sudah memproses alami akan terlihat mengkilat dan keras ketika sudah diasah. Batu bacan dikenal memiliki dua jenis, yakni:
1. Batu bacan doko: Batu bacan Doko berasal dari nama desa tempat pertama kali batu ini di temukan yaitu di Desa Doko di Kepulauan Kasiruta. Batu bacan Doko memilki warna yang khas yaitu hijau tua.

2. Batu bacan Palmea: Nama ini juga diambilkan dari nama desa di pulau yang sama. Nmun demikian batu bacan palmea memiliki kekhasan tersendiri. Batu bacan palmea berwarna hijau muda kebiruan.
Bagi mereka yang percaya batu bacan juga memiliki khasiat tersendiri. Mereka percaya bahwa batu bacan memiliki kekuatan dengan pemiliknya bisa menjadi hidup Iebih makmur di samping membuat pemakainya kelihatan Iebih menarik dan berwibawa sehingga banyak disukai orang. Demikian mitos yang berkembang tantang khasiat batu bacan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar