Kisah
TAUBATNYA DUA PEMUDA
Pemuda pertama
Seorang pemuda tengah berdiri ditepi
jalan bersama seorang wanita muda.
Dalam keadaan demikian datanglah
seseorang menasihatinya maka segera
berlalulah wanita muda itu mengingatkan
tentang kematian, kedatangannya yang
tiba-tiba dan hari kiamat serta
kedahsyatannya. Maka tiba- tiba dia
menangis.
Da'i itu bercerita maka tatkala aku selesai
berbicara dengannya. Aku meminta
nomor teleponnya maka aku berikan
nomr teleponku kemudian kami berpisah.
Setelah dua pekan berlalu aku membuka
nomor telponku dan mendapati
nomornya maka segera kuhubungi dia
dipagi hari.
Aku memberi salam dan bertanya
kepadanya, "Wahai fulan, apakah engkau
masih mengenalku?" Dia menjawab, "
Bagaimana aku tidak mengenal suara
orang yang menjadi hidayah bagiku....?"
Maka aku katakan, segala puji bagi Allah,
bagaimana keadaanmu?"
Dia menjawab, "semnejak kejadian itu ,
saya dalam keadaan baik, dan bahagia.
Saya shalat dan berzikir kepada Allah
Ta'ala."
Aku berkata "wajib aku mengunjungimu
hari ini, aku akan datang setelah ashar.
"Dia menjawab, "Hayyakallah !"
Ketika tiba waktu janji itu, datanglah
beberapa tamu kepadaku, sehingga aku
mengakhirkan janji itu sampai malam, tapi
aku katakan kepada diriku, "aku harus
mengunjunginya....!"
Aku mengetuk pintu. Keluarlah sesorang
yang sudah tua, maka aku bertanya, " Di
manakah fulan ?" dia balik bertanya,"
Siapa yang engkau cari?" Aku menjawab ,
"Fulan...."
Dia bertanya lagi,"siapa?!"
Aku jawab,"Fulan"
Dia berkata, "engkau terlambat, kami telah
menguburnya dipekuburan."
Aku katakan, " tidak mungkin. Aku
berbincang-bincang dengannya tadi
pagi."
Dia bercerita, " Dia shalat Dzuhur
kemudian tidur dan mengatakan, " Tolong
bangunkan aku untuk shalat ashar....! "
Maka kami datang untuk
membangunkannya, ternyata ruhnya telah
diambil oleh penciptanya."
Maka aku pun menangis.
Dia bertanya, "Siapakah anda?"
Aku menjawab, " Aku berkenalan dengan
anak anda 2 pekan yang lalu."
Dia berkata , " Andalah yang berbicara
dengannya (menasihatinya).
izinkanlah aku mencium kepalamu,
biarkan aku mencium kepala orang yang
telah menyelamatkan anakku dari neraka
( Insya Allah ) ..."
Maka Dia mencium kepalaku
Cerita ini disadur
Dari:
Majalah Islam untuk semua kalangan
Qiblati
Menyantungkan hati dalam sunnah Nabi
Edisi Ke dua
Tahun V
www.qiblati.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar