Tentang pengaruh aliran progresivisme ini dalam pendidikan nasional
Menurut saya aliran progresivisme ini, sangat baik juga bila
diterapakan dalam pedidikan nasional kita, karena adanya aliran
progresivisme pendidikan menjadi memiiki strategi yang baik. Karean
filsafat progesivisme berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa
kini mungkin tidak benar dimasa mendatang. Karenanya, cara terbaik
mempersiapkan para siswa untuk suatu masa depan yang tidak diketahui
adalah membekali mereka mengatasi tantangan-tantangan baru dalam
kehidupan untuk menemukan kebenaran-kebenaran yang relevan pada saat
ini. Melalui analisis diri dan refleksi yang berkelanjutan, individu
dapat mengientifikasi nilai-nilai yang tepat dalam waktu yang dekat.
Berikut juga implikasi filsafat progresivisme terhadap pendidikan
– Menurut progesivisme proses pendidikan mempunyai dua segi, yaitu
psikologis dan sosiologis. Dari segi psikologis, pendidik harus dapat
mengetahui tenaga-tenaga atau daya-daya yang ada pada anak didik yang
akan dikembangkan. Dari segi sosiologis, pendidik harus mengetahui ke
mana tenaga-tenaga itu harus dibimbingnya
– Guru dalam melakukan
tugasnya dalam praktek pendidikan berpusat pada anak, mempunyai
peranan-peranan sebagai Fasilitator, Motivator, Konselor siswa dallam
kegiatan belajar sendiri.
– Guru perlu mempunyai pemahaman yang baik
tentang katakteristik siswa, dan teknik-teknik memimpin perkembangan
siswa, serta kecintaan kepada anak, agar dapat melaksanakan
peranan-peranan yang baik.
– Dalam prinsip-prinsip pendidikan
peranan guru tidak langsung, melainkan memberi petunjuk kepada siswa.
Kebutuhan dan minat siswa akan menentukan apa yang mereka pelajari. Anak
harus diizinkan untuk merencanakan perkembangan diri sendiri, dan guru
harus membimbing kegiatan belajar
Maka dengan demikian dengan adanya pengaruh aliran progresivisme
didalam pendidikan nasional , maka pendidikan yang membina dan
berdaarakan minat belajar yang mencakup seluruh pengalaman sosial anak
dan orang dewasa sekaligus menaruh perhatian kepada minat anak secara
individual. Aliran ini lebih memusatkan perhatian pada proses yang continue
dari pada interaksi antar pribadi dengan masyarakat dibandingkan dengan
ketentuan – ketentuan normatif yang sesungguhnya adalah produk
interaksi itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar